Wednesday, March 16, 2016

PENGELOLAAN PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU

Mengacu pada kerangka dasar kurikulum 2004 disebutkan bahwa 50% dari jam yang ada di kelas I dan II Sekolah Dasar (SD)/ Madrasah Ibtidaiyah (MI) untuk pembelajaran membaca, menulis dan berhitung (CaLisTung) menggunakan pendekatan tematik. Selain itu, Peraturan Menteri nomor 22 tahun 2006 memperkuat pentingnya pembelajaran pendekatan tematik untuk kelas I, II dan III. 

Disamping itu berdasarkan Permendiknas nomor 41 Tahun 2007 tentang standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah yang menyatakan bahwa pendekatan pembelajaran tematik digunakan untuk peserta didik kelas 1 sampaikelas 3 SD/MI. Dengan demikian, maka guru yang mengajar di kelas I – III sekolah dasar menggunakan pendekatan pembelajaran tematik, sedangkan yang mengajar di kelas IV – VI  berdasarkan bidang studi.

Kurikulum tahun 2013 mengakomodir keseimbangan antara soft skilsdan hard skills yang meliputi aspek kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan. Kompetensidikembangkan melalui pembelajaran tematik terpadu yang dilaksanakan denganpendekatan sains.Pada kurikulum 2013 pembelajaran tematik terpadu diberlakukan di seluruh kelas di sekolah dasar, yang meliputi seluruh mata pelajaran yang disajikan secara terpadu dengan tema sebagai pemersatu. Namun kenyataannya belum semua guru yang mengajar di SD memiliki pengalaman mengajar menggunakan pendekatan pembelajaran tematik, khususnya guru yang mengajar di kelas tinggi (kelas IV-VI), padahal kurikulum 2013 sudah memberlakukan pembelajaran tematik disemua kelas. Oleh karena itu, pengetahuan tentang pengelolaan pembelajaran tematik terpadu sangat diperlukan bagi semua guru yang mengajar di SD.

Pembelajaran tematik terpadu merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema. Pengintegrasian tersebut dilakukan dalam dua hal, yaitu integrasi sikap, keterampilan dan pengetahuan dalam proses pembelajaran dan integrasi berbagai konsep dasar yang berkaitan. Tema merajut makna berbagai konsep dasar sehingga peserta didik tidak belajar konsep dasar secara parsial. Dengan demikian pembelajarannya memberikan makna yang utuh kepada peserta didik seperti tercermin pada berbagai tema yang tersedia. Dalam pembelajaran tematik terpadu, tema yang dipilih berkenaan dengan alam dan kehidupan manusia.  Konsep model pembelajaran tematik yang dipelajari di Indonesia adalah konsep pembelajaran terpadu yang dikembangkan oleh Fogarty (1990).

Sumber
Tutik Rachmawati (Widyaiswara PPPPTK BOE Malang.

No comments:

Post a Comment

Terimakasih Anda telah silaturakhim keblog ini dengan misi didaktik metodik pembelajaran di SMK, sehingga setiap saat dapat berubah sesuai kompetensi Pembelajaran. Silahkan berikan komentar yang sangat berharga demi kemajuan blog ini. Sehubungan dengan hak cipta apabila ada konten Anda disini dengan rendah hati saya mohon ijin memuatnya dan jika tidak berkenan mohon konfirmasinya, Mari berbagi untuk info yang manfaat dan belajar sepanjang hayat, salam sukses buat Anda dan keluarga!!! Klik gambar emoticon berikut jika Anda ingin menggunakannya.